Zeus [Beyond The Air – 2]

Hari H

Suasana hotel bintang lima itu tergolong ramai karena adanya pesta pembukaan. Dia sudah dari pagi berada di hotel Zeus, memastikan tidak ada yang kurang untuk acara malam ini. Bahkan Chanyeol membuat reservasi kamar supaya Jihyun bisa beristirahat. Biasanya di hotel lain yang juga diurusinya tidak pernah membuatnya tegang seperti ini. Pasalnya presiden eSem Corp., perusahaan yang menaunginya saat ini akan datang setelah sekian lama berada di luar negeri mengurusi cabang lain.

Sudahkah dia katakan eSem Corp menguasai perhotelan, pariwisata, bahkan mal-mal terkenal di beberapa negara. Jadi kalau sampai presiden perusahaannya datang tentu membuatnya sedikit gugup. Well, dia tidak pernah bertemu atau tahu wajahnya. Hanya namanya saja, itu pun diberitahu oleh Chanyeol. Beruntung sekali dia punya asisten yang tanggap.

Pakaiannya semi formal, dress biru pendek dengan bordir di permukaan kainnya dan rambut coklatnya dibiarkan tergerai bebas. Seseorang mengetuk pintu kamarnya saat Jihyun tengah merias wajahnya sederhana. Gadis itu melangkah membuka pintu dan melihat Chanyeol dengan kotak besar berwarna hitam tersuguh di depannya. Jihyun membiarkan Chanyeol masuk dan duduk di sofa sementara ia kembali di depan meja rias.

“Mau sampai kapan kau terus melihatku? Hahaha”

Tawa Jihyun menyebabkan Chanyeol tersenyum. Ia bisa melihatnya dari cermin dan kemudian menghampiri Chanyeol berdiri di depannya setelah ia selesai dengan riasannya. Pada waktu itu pula, pemuda itu turun dari bangkunya, bertumpu satu kaki di hadapan Jihyun. Sementara tangannya mulai bergerak mengangkat kaki gadis itu, memasangkannya dengan sepatu heels berwarna khaki. Perempuan bermarga Choi itu hanya terkekeh mendapatik perlakuan Chanyeol. Permintaan Jihyun membawakan sepatu dari bagasi di belakang mobilnya sudah dilakukan pemuda itu bahkan sampai memakaikannya dengan sempurna di kaki jenjang Jihyun.

Chanyeol kembali berdiri menghadap Jihyun yang lebih pendek darinya. Jihyun tersenyum dan mengucapkan terima kasih tanpa suara. Perempuan itu mundur sesaat melihat pakaian Chanyeol dan mengacungkan jempol.  Mereka sudah siap untuk pesta pembukaan. Pemuda itu membukakan pintu dan membiarkan Jihyun keluar terlebih dahulu dan bergerak mengikutinya dari belakang gadis itu.

Beberapa undangan telah datang memenuhi aula utama. Dari businessman sampai artis datang. Jihyun turun dan segera menyapa beberapa undangan yang telah datang. Sesekali ikut bergabung dengan percakapan mereka. Yeah, Choi Jihyun telah menarik perhatian orang-orang dengan kecantikan dan kesantunannya. Mau laki-laki atau perempuan diperlakukannya dengan sama.

Acara berlangsung dengan lancar. Chanyeol mengajak Jihyun menemui seorang laki-laki tua dengan rambut putih di kepala tetapi tidak menghalangi kharismanya. Orang tua yang kemarin sempat membuat keadaan tegang dan ternyata menjadi undangannya saat ini. Jihyun membungkuk dalam sebelum menjabat tangan. “Selamat malam tuan, kita berjumpa lagi. Maaf atas ketidaknyamanan kemarin” Jihyun kembali membungkuk dan menanggapinya dengan tenang.

“Bukan kesalahanmu, manajer Choi. Sesungguhnya saya juga sedang memberi tes kepadamu karena yang kudengar kau hebat sekali. Tapi ternyata omongan itu benar juga” Orang tua yang dikenal dengan tuan besar Wu memberinya sedikit tawa yang dibalas Jihyun dengan senyuman “Itu sudah menjadi kewajiban saya, tuan. Silahkan nikmati pestanya, saya permisi dahulu” Jawabnya sopan. “Ya, lanjutkan pekerjaanmu dan santai saja manajer Choi. Lain kali kita berbicara lagi. Senang bekerja denganmu” Jihyun mengangguk dan membungkuk sebelum tuan besar Wu pergi dari hadapannya.

Menyisakan seorang perempuan muda modis yang tadi berada di belakang tuan besar Wu. Jihyun menundukkan kepalanya sekedar memberi sapa dengan senyum lembutnya. Sudahkah dia bilang bahwa perempuan di depannya tak membalas sapanya. Wajah angkuh tergambar jelas di wajah gadis bergaun merah itu. “Aku hanya menyampaikan pesan bahwa presiden tidak bisa datang hari ini. Sudah itu saja” ucapnya angkuh. Jihyun mengangguk dan tersenyum yang justru dibalas dengan tatapan sinis. “Terima kasih informasinya. Silahkan nikmati pestanya”

Setelah gadis itu pergi, Chanyeol segera mendatangi Jihyun. “Kau melakukanny dengan baik, Jihyun. Orang tua tadi seperi yang kuberitahu sebelumnya tuan besar Wu, ayah dari presiden Wu yang sudah pensiun dan perempuan sinis itu sekretaris presiden, Lee Se Na, dia menggantikan kehadiran presiden” Jelas Chanyeol yang terdengar tidak suka dengan keberadaan gadis itu. Jihyun tertawa pelan sambil mengangguk mengerti dan pemuda itu melihatnya bingung.

Para undangan mulai berkurang satu demi satu dan benar-benar kosong ketika jarum jam menunjukkan pukul sepuluh lebih. Segera Jihyun dibantu Chanyeol mengoordinasikan para bawahannya untuk membersihkan tempat ini sebelum besok dibuka untuk umum. Di saat seperti ini, seorang laki-laki berjas rapi mendatangi Jihyun dengan seiikat bunga. Artis laki-laki yang menjadi salah satu undangannya “Selamat atas keberhasilanmu, Jihyun” Sejenak Jihyun ragu dan memutuskan menerima bunga tersebut dengan senyum. “Jaehyun-ssi, terima ka-“

Hatchu!

Jaehyun kaget dan Chanyeol yang berada tak jauh dari dirinya segera menghampiri Jihyun. Mengambil bunga itu dari tangannya dan memberikannya kepada bawahannya yang berada di dekatnya “Kau pikir kau siapa? Berani-beraninya memanggilku Jihyun!” bentak Jihyun yang langsung membuat hening seluruh ruangan. Chanyeol segera menarik Jihyun dari sana. “Maaf Jaehyun-ssi, manajer Choi sepertinya lelah. Kami permisi pergi dulu” ucapnya sebelum menyeret Jihyun yang tengah meronta “Ya! Park Chanyeol! Lepas! Kau, urusanku belum beres! Ya!”

Situasi hening mendadak dan Chanyeol bisa melihat semua orang kebingungan dengan gelagat Jihyun yang berbeda. Pemuda itu membawa Jihyun masuk ke dalam mobil dan pergi dari hotel Zeus. Jihyun terus berteriak-teriak di dalam mobilnya. Chanyeol menepikan mobil merah itu di pinggir jalan. Tatapannya tenang tapi tajam tertuju pada gadis yang berada di sebelahnya.

“Jihyun.. bukan. Jihye kenapa kau muncul lagi?” Jihyun memandang pemuda itu dan jemarinya bergerak membelai pipi pemuda yang berada di sampingnya. “Ah, Park Chanyeol lama tak berjumpa. Beruntung ada kau disini. Jihyun tak membiarkanku keluar sampai saat ulang tahunnya. Cih!” wajah sinis yang lama tak dilihatnya itu membuat Chanyeol merinding lebih parah berkali lipat dibanding sekretaris presiden tadi “Lupakan itu. Aku rindu padamu, Park Chanyeol” desisnya pelan.

Kini kedua tangannya berada di wajah Chanyeol. Wajahnya semakin mendekat dan hanya tinggal beberapa sentimeter sampai bibir mereka bersentuhan. “Kalau kau menciumku, kupastikan aku akan membuatmu tidur selamanya, Jihye” ucapnya tenang dan gadis itu mendengus sambil melepaskan tangan dari wajah Chanyeol. Pemuda itu kembali mengemudikan mobil milik Jihyun.

Begitu keluar dari mobil, gadis itu langsung menyambar lengan Chanyeol. Merangkul mesra saat mereka berjalan. “Minggir kau, sampah!” teriak gadis itu. Chanyeol langsung menutup mulut gadis Choi dengan tangannya dan membungkuk meminta maaf kepada orang-orang. Beruntung lift apartemen sepi sehingga ia tidak perlu mendengar sumpah serapah gadis itu di depan orang lain.

Memasuki apartemen, Jihyun masih bergelantungan di lengan Chanyeol dan mengikuti pemuda itu duduk. Pemuda bermarga Park itu hanya mendengus dan duduk di sofa ruang tamu dengan tangan menyalakan tv. Diam melanda ruangan “Park Chanyeol, i miss you” desisnya pelan. Chanyeol melihat gadis itu yang tengah terlelap di bahunya. Ia menghela nafas panjang.

Besok kau akan lupa.. Nona Choi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s