Beyond The Air

Title: Beyond The Air

Cast:

  • Kang Jihyun
  • Wu Yi Fan/ Kris
  • Park Chanyeol

Genre: Romance, AU

Rating: PG 13

Disclaimer: All rights reserved to my imagination. Any similarities are purely coincidental.

Foreword:

“Jihyun, Masih ingat aku?” Gadis itu mengangguk dengan senyum lembut di bibirnya. Seorang laki-laki memberikan sebuket bunga tulip kepada Jihyun. “Kudengar kau ulang tahun hari…”

 Hatchu!

 “..ini”

 Seringai tipis keluar dari bibir Jihyun setelah menunduk beberapa detik. Mata coklatnya menatap tajam laki-laki yang ada dihadapannya. “Ah, ternyata dia dapat bunga lagi. Cih! Kau bawa saja sana dan enyah dari pandanganku” ucapnya dingin sambil melempar bunga kembali pada pemilik awal. Pria dihadapannya bingung tak percaya melihat kelakuan Jihyun yang berbeda. “Jihyun, kau tak apa?”

 “kubilang ENYAH DARI SINI tua bangka! Dan bawa bunga bangkai itu, aku tak butuh!” ucapnya tegas sebelum dia menutup pintu “Oh ya, siapapun namamu, aku bukan Jihyun” desisnya pelan dan kemudian membanting pintu tepat dihadapan tamunya. Kenapa dia populer sekali sih? Menyusahkan.

Porsche panamera gts miliknya terparkir sempurna di basemen kantor. Jihyun melirik jam tangan di tangan kiri sambil menunggu lift. Masih setengah jam lagi sebelum jam kerja benar-benar dimulai. Beruntung keadaan lift tidak terlalu ramai pada jam ini. Senyum juga ucapan selamat pagi tak henti keluar dari bibirnya. Menelusuri lorong lalu berbelok memasuki teritorial kerjanya.

“Selamat pagi semua” Senyum hangat kepada semua pekerja yang sudah lebih dulu berada di posisinya masing-masing walaupun beberapa belum datang. Itu tak masalah baginya. Berjalan menuju pintu yang bertulis ‘Head Office’. Oh, dia bukan pemilik perusahaan ini. Hanya seorang manajer khusus perhotelan.

“Nona Kang seperti biasa semakin cantik”

“Kau lihat senyumnya? Girls Generation kalah”

“Hei! Hapus air liurmu”

Seorang pemuda menyusul Jihyun ke dalam ruangannya setelah mengetuk pintu terlebih dahulu. Senyum sang pemuda menghilangkan mata bulatnya yang dibalas pula dengan senyum. Serangkaian kata yang berisi jadwal kegiatan Jihyun dibeberkan sampai tuntas. Jihyun mendengarkan terkadang mengangguk di kursinya. ‘Dan ini. Selamat ulang tahun, Jihyun. Maaf baru sekarang. Aku baru pulang dari London pagi tadi” ucapnya sambil menyerahkan kotak besar di meja kerja. “Ah, thanks Yeollie! Pasti melelahkan. Kau tak perlu repot-repot, kau sudah mengatakannya kemarin lewat sms. Kemarin juga sepertinya agak kacau” jelas Jihyun. Jemarinya membuka kotak merah muda yang berisi kue ulang tahun berukuran sedang. Senyumnya berkembang, tangannya tak sabar ingin menyendok kue itu ke dalam mulutnya. “Ya, karena kau tidak mengangkat teleponku dan kutebak, kau tidak dapat kue ulang tahun atau hadiah kemarin?” Tanya Chanyeol yang jelas mendapat anggukan dan mata bulat Jihyun yang perlu dikasihani. Chanyeol menghela nafasnya seakan dia tahu apa yang terjadi kemarin.

Sorry aku tidak beli lilin. Tapi setidaknya buat permohonan sebelum makan kue itu. Masih ada waktu empat puluh menit sebelum rapat. Nanti aku akan kembali dan sekali lagi selamat ulang tahun Manajer Kang” Senyum Chanyeol sebelum dia menghilang dari balik pintu meninggalkan Jihyun seorang diri. Tidak akan ada yang berani masuk ke ruangannya karena secara tak langsung Chanyeol yang notabene asistennya sudah memberikan jaminan. Makan kue tanpa ada yang mengganggu.

35 menit kemudian…

Suara pintu terketuk, Chanyeol datang dengan peralatan ala asisten di tangannya. Jihyun tengan bersiap-siap, acara makan kuenya sudah selesai beberapa menit yang lalu. Manik hitamnya menatap Chanyeol sesaat seolah mengatakan sudah siap. Jemari Chanyeol bergerak menyingkirkan rambut yang berada di pelipis Jihyun untuk berada di tempat semestinya “Oke, siap”

Rapat tadi memakan waktu yang cukup lama. Bahkan Jihyun lupa makan siang kalau Chanyeol tidak membawakannya makanan. Sehabis itu dia harus pergi ke hotel Zeus mengecek keseluruhan gedung sebelum pesta pembukaannya esok hari. Mobil merahnya berjalan dengan kecepatan sedang. Matanya memandang jalanan di depan tetapi sesekali melihat Chanyeol yang berada di sebelahnya yang sibuk dengan dengan laporan di layar mininya.

Memang seperti ini. Dia tidak terlalu suka kalau harus menggunakan jasa sopir dan mobil walau memang sudah disiapkan dari kantor. Dia lebih memilih menggunakan mobilnya atau terkadang menggunakan mobil Chanyeol. Kenyamanan dan privasi adalah nomor satu. Tak perlu waktu lama untuk sampai di parkiran hotel Zeus.

Beberapa orang sudah sibuk dengan pekerjaannya. Mengangkat meja, mengatur kursi, memasang kain dan lainnya. Lagi, Jihyun melakukan kebiasaan senyum sapanya yang tidak hilang dari bibirnya. Seorang bawahan mendekatinya perlahan dengan wajah menatap lantai marmer. “Hai Eunjung, ada apa?” tanya Jihyun menunggu jawabannya. Diam dan gelisah itu yang terlihat di gelagat gadis itu. “A-anu m-maaf nona K-kang.. k-kue untuk besok m-masih belum jadi” ucapnya pelan seolah seperti bisikan. Jihyun yang masih bisa mendengarnya, membulatkan kedua mata. Kue untuk pembukaan yang dipesannya jauh hari masih belum jadi. Tangannya menyentuh bahu perempuan itu dan sampai membuat empunya kaget. Dia tidak berani menatap Jihyun. “Oke tidak apa-apa. Kapan jadinya?” ucapnya lembut, getaran di badan perempuan itu masih belum reda “Besok jam dua siang” balasnya pelan. Jihyun mengusap perlahan pundak Eunjung. “Baik, Chanyeol..” Orang yang dipanggil segera mendatangi Jihyun. “Susunan acara untuk besok diubah. Jadwal pemotongan kue pindah di akhir acara” Chanyeol mengangguk dan segera menulis di layar mininya. “Sudah tidak apa-apa Eunjung. Kau bisa kembali ke pekerjaanmu” Ucapnya sambil tersenyum setelah perempuan itu melihat ke arahnya. Dia membalas senyuman atasannya dengan senang dan kemudian membungkuk dalam.

Jihyun kembali berjalan mengawasi persiapan hotel bahkan ke lantai atas. Beberapa orang menyapanya atau sesekali bertanya kabar atau sebaliknya Jihyun yang bertanya kepada mereka. “Itulah kenapa kau populer” Chanyeol berbisik disebelahnya sementara Jihyun tertawa. Sampai atensinya berubah saat melihat keributan di aula utama. Jihyun dengan Chanyeol dibelakangnya bergegas mendatangi tempat kejadian.

“Maaf tuan, hotel ini baru dibuka untuk umum dua hari lagi” Jelasnya lembut. Laki-laki tua baya sempat kaget dengan kehadiran Jihyun atau mungkin dengan kata lain terpesona. Laki-laki itu mengangguk dan tersenyum. Jihyun menjelaskan sejelas-jelasnya kepada orang tua itu perlahan. Tak perlu waktu lama sampai orang tua itu mengangguk mengerti dan pergi.

Keadaan yang membuat tegang para pekerjanya mendadak riuh dengan tepuk tangan yang ditujukan kepada Jihyun. Jihyun memandang Chanyeol yang ikut bertepuk tangan dan tertawa pelan.

Mereka tidak tahu ada sepasang mata yang tengah melihat kejadian saat itu…

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s